Pesantren Maslakul Huda Li Al Mubtadi’in

Sejarah Singkat.

Pesantren Maslakul Huda li al-Mubtadi’in muncul berangkat dari pemikiran bahwasanya diperlukan mengelompokkan santri Maslakul Huda Putra dalam kesamaan jenjang usia masing-masing. Dalam pengelompokan santri bersadarkan usia bisa dibedakan dalam dua kelompok, yaitu; santri usia 15-19 tahun (usia aliyah), dan santri usia 9-14 tahun (usia tsanawiyah). Santri dengan usia aliyah tetap tinggal di Pesantren Maslakul Huda Putra, sedangkan santri dengan usia tsanawiyah bertinggal di Pesantren Maslakul Huda li al-Mubtadi’in.

Pada tanggal 11 Pebruari 2012 Pesantren Maslakul Huda li al-Mubtadi’in resmi di buka dengan memindahkan santri usia tsanawiyah dari Pesantren Maslakul Huda Putra dengan jumlah santri awal 75 santri.

Arah Utama Kebijakan dan Aktifitas.

Arah utama kebijakan dan aktifitas Pesantren Maslakul Huda li al-Mubtadi’in adalah pada bidang pendidikan dan pembimbingan, mengingat sasaran aktifitas ini adalah para santri usia anak-anak yang masih sangat membutuhkan bimbingan dari para musyrif untuk berinteraksi, bersosial, beribadah dengan santun, sopan dan benar.

Semua kegiatan yang ada di Pesantren Maslakul Huda li al-Mubtadi’in berada dalam bimbingan dan pengawasan langsung dari pembimbing (musyrif) yang bertugas untuk menanamkan budi pekerti yang baik dan santun, membimbing praktik beribadah yang benar, menumbuhkan keberagamaan yang fleksibel dan benar.

              Kebijakan Pendidikan.

Secara umum pendidikan dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta didik (santri) menjadi mampu mengaplikasikan syariat Islam secara utuh serta mampu menjalankan keberagamaan yang menonjolkan akhlak karimah sisuai ajaran Islam.

  • Pendidikan intelektual.

Meliputi pengajaran dasar-dasar Islam (Aqidah/Tauhid, Ilmu alat/Adab), praktik ilmu-ilmu syari’at dan al-Quran(Fiqh, Hadist dan Tajwid) dan nilai-nilai keulamaan yang dikemas menjadi kurikulum tersendiri. Pengajaran yang dikemas dalam bentuk pengajian/ aktualisasi kitab kuning dengan dialog, diskusi, training tabligh, penampilan film edukatif, tahfidh al kutub (hadits arbain Nawawi, Alfiyah, Nadzam al- Maqsud, Amstilah al tashrifiyah) dan sebagainya.

  • Pendidikan sosial kemasyarakatan/peran social.

Pola ini diterapkan dengan mengajak santri peka akan lingkungan masyarakat disekitarnya dengan memberikan bantuan-bantuan social untuk masyarakat sekitar dan gotong royong membersihkan lingkungan masyarakat di sekitar pesantren.

  • Pendidikan ketrampilan.

Meliputi ketrampilan maintenance computer, manajemen, administrasi dan keuangan, serta ketrampilan berbahasa arab dan inggris

  • Pendidikan Olahraga dan Kesehatan.

Olahraga meliputi latihan bola voli dan sepak bola sedang pada bidang kesehatan adalah perlengkapan P3K dan kursus UKP (usaha kesehatan Pesantren).

  • Kursus – kursus.

Kursus meliputi manajemen, computer, bahasa dan sebagainya.

          Sistem Pengajaran

Pengajaran dilaksanakan dengan sistem klasikal dan sorogan, bandongan dengan metode ceramah, diskusi, penyampaiaan materi oleh siswa didepan guru. Format pertemuan dengan O-form atau u –form

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *