Pati – Setidaknya 2.000 pengunjung memadati kompleks Pesantren Maslakul Huda pada Sabtu malam (13/09/2025). Masyarakat, para santri, alumni, dan tamu undangan hadir bersama-sama dalam acara Tahlil & Doa peringatan Haul Muassis PMH. Setiap sudut pesantren dipenuhi para hadirin yang ingin mengambil berkah dari para masyayikh.
Acara dibuka dengan pembacaan Qasidah Munfarijah, dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil. Kemudian, mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Ahmad Bahauddin Nursalim. Dalam kesempatan ini, beliau mengenang jasa Kiai Sahal dalam merevitalisasi ilmu Ushul Fiqh. Hal ini dibuktikan dengan kitab yang berjudul Thariqah al-Hushul ‘ala Ghayah al-Wushul.
“Saya pernah belajar kitab Thariqatul Hushul, dan memang agak rumit. Mbah Sahal itu golongan kiai yang menekuni ilmu yang rumit (ushul fiqh). Makanya, Kiai Sahal dikatakan alim karena bisa mensyarahi kitab yang rumit,” ujar Kiai yang akrab disapa Gus Baha itu.
Selain itu, Gus Baha juga menyoroti pentingnya ilmu Ushul Fiqh & Qawaid Fiqh dalam kehidupan umat Islam.
“Kenapa ada ilmu Ushul Fiqh & Qawaid Fiqh? Ilmu ini yang menjadikan kehidupan umat Islam baik. Ketika umat Islam sudah ditinggal oleh Rasulullah Saw. maka mau tidak mau kita harus menggunakan ilmu (Ushul Fiqh & Qawaid Fiqh),” imbuhnya.
Beliau mencontohkan hukum larangan melakukan jual beli saat azan salat Jumat dikumandangkan, sebagaimana diterangkan dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 9. Menurut beliau, larangan tersebut tidak dapat dibatasi hanya pada jual beli. Tetapi segala hal yang dapat menyibukkan diri untuk menghadiri salat Jumat juga dilarang. Beliau mengistilahkan dengan “kullu syaghilin `an idrakil jum’ah”. Pemahaman seperti ini didapat dengan menggunakan salah satu teori dalam ushul fiqh, yaitu qiyas.
Dalam acara ini, Gus Baha merefleksikan akan pentingnya ilmu Ushul Fiqh & Qawaid Fiqh yang menjadi ladang perjuangan semasa Kiai Sahal hidup. Generasi penerus jangan sampai kepaten obor dengan sosok yang hebat nan alim seperti Kiai Sahal. Melalui acara ini, para hadirin meneguhkan kembali hubungan silaturahmi dengan muassis dan masyayikh Pesantren Maslakul Huda.
