Lompat ke konten

Santri PMH Ikuti Pelatihan Kedisiplinan di Rindam IV Diponegoro Magelang

Kajen – Sebanyak 332 santri Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati mengikuti Pelatihan Kedisiplinan pada 25–26 Mei 2025 di Dodik Bela Negara, Rindam IV Diponegoro, Magelang. Peserta terdiri dari 182 santri putra dan 150 santri putri.

Sebelum keberangkatan, para santri dilepas oleh Nyai Hj. Tutik Nurul Janah. Rombongan berangkat menuju Magelang menggunakan kendaraan truk milik TNI, dengan total 18 truk yang terdiri dari 11 truk untuk santri putra dan 7 truk untuk santri putri. Perjalanan dari Kajen menuju Magelang ditempuh selama kurang lebih lima jam, dimulai pukul 22.00 WIB hingga tiba sekitar pukul 03.00 WIB.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh Mayor Inf Kasmanto. Setelah itu, para peserta mendapatkan materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Kapten Inf Subhi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan Peraturan Penghormatan Militer (PPM). Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan Upacara Api Semangat Bela Negara yang berlangsung khidmat.

Memasuki hari kedua, para santri mengikuti berbagai kegiatan yang bertujuan membangun keterampilan dan karakter. Kegiatan tersebut meliputi latihan Tata Upacara Sekolah (TUS), outbound dan mountaineering, serta penyampaian materi tentang bahaya narkoba dan upaya penanggulangannya. Seluruh rangkaian pelatihan kemudian ditutup dengan Upacara Penutupan.

Setelah menyelesaikan seluruh agenda kegiatan, para santri kembali ke Kajen dan disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren Maslakul Huda, KH. Abdul Ghaffar Rozin dan Nyai Hj. Tutik Nurul Janah. Dalam sambutannya, KH. Abdul Ghaffar Rozin menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara penguasaan ilmu agama dan kekuatan fisik.

“Kekuatan fisik itu perlu. Al-‘aqlu as-salīm fī al-jismi as-salīm. Kita harus paham bahwa memahami ulum diniyah dan masail diniyah tidak cukup, tidak sempurna tanpa kekuatan fisik yang memadai,” tutur beliau.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya memiliki kedalaman ilmu keagamaan, tetapi juga karakter disiplin, jiwa kepemimpinan, semangat kebangsaan, serta ketangguhan fisik dan mental yang dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan berkontribusi bagi bangsa dan agama.