
Pernah nggak sih saat membaca kitab fikih, kita menjumpai istilah seperti qoul ashah, aujah, mu’tamad, atau mungkin qaul jadid, tapi belum benar-benar memahami maksudnya?
Padahal, dalam literatur fikih Syafi’i, istilah-istilah semacam itu bukan sekadar pelengkap. Masing-masing memiliki makna khusus yang berpengaruh pada maksud sebuah teks fikih. Tanpa memahami istilah-istilah tersebut, kita tidak dapat memahami fikih secara sempurna.
Kiai Sahal pernah mengatakan:
“Jika seseorang mempelajari fikih tanpa memahami istilah-istilah yang ada di dalamnya, maka ia seperti orang yang berjalan di malam yang gelap gulita tanpa pelita. Artinya Ia tidak dapat mengetahui uraian fikih yang rumit, bahkan tidak mampu membedakan mana pendapat yang rojih dan mana pendapat yang dhoif.”
Berangkat dari pentingnya hal tersebut, Kiai Sahal menyusun sebuah kitab yang secara khusus membahas istilah-istilah yang digunakan dalam kitab fikih. Kitab ini dinamai dengan Ta’līqāt ‘ala ats-Tsamarāt al-Hajainiyyah fī-Iṣṭilāḥāt al-Fiqhiyyah.
Menariknya, kitab ini disusun dalam bentuk nazam yang dilengkapi penjelasan. Pembahasannya meliputi julukan para ulama, istilah dan kode yang sering dijumpai dalam kitab fikih Syafi’i, hingga pembahasan tentang qaul qadim dan qaul jadid Imam Syafi’i.
Tidak hanya itu, kitab ini juga mencantumkan tahun kelahiran dan wafat para ulama yang disebutkan. Jadi, pembaca tidak hanya mengenal istilah-istilah fikih, tetapi juga mendapatkan gambaran tentang perjalanan dan periode hidup para ulama.
Bagi pembaca yang ingin memperdalam pemahaman terhadap istilah-istilah dalam fikih Syafi’i, kitab ini sudah tersedia di Masda Official Store dan dapat dimiliki secara langsung.